Homepage
 
Search
Berita 
Get inspired. Get informed.
Berita
Persaingan pasar ponsel di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir cukup ketat. Namun di bawah Ulf Mansson, Presiden Direktur PT Ericsson Indonesia, produk Ericsson, khususnya ponsel termasuk salah satu ponsel terlaris di Indonesia.

Melihat keberhasilan Ulf, kantor pusat Ericsson yang berkedudukan di Swedia menariknya kembali ke negaranya memperkuat jajaran manajemen di perusahaan tersebut. Sejak 1 Januari 2004, Ulf Mansson diberi kepercayaan untuk menjabat sebagai Head of Group Function of Sales and Marketing untuk Asia Pasifik.

Posisi Presdir Ericsson Indonesia yang ditinggal Ulf digantikan Mitch A. Lewis, seorang profesional yang sangat berpengalaman lebih dari 28 tahun di industri telekomunikasi. Sedangkan di Ericsson sendiri, Mitch bukanlah orang baru, karena sejak 12 tahun lalu, ia bergabung dengan perusahaan asal Swedia ini.

Mitch A. Lewis memulai karirnya di Pacific Telephone (sekarang SBC), bagian dari AT&T/Bell Systems group di Los Angeles, tahun 1975.

Selama 16 tahun, sebelum dan sesudah Bell System dibubarkan tahun 1984, Mr Lewis, dipercaya menduduki berbagai posisi, baik di kantor teknikal dan lokal komersial maupun kantor korporasi di regional. Tahun 1991, Mr Lewis bergabung dengan Ericsson Raynet di Menlo Park, California di mana ia menjabat sebagai Director of Marketing dan bertanggung jawab untuk account direction dan merketing. Empat tahun kemudian, tepatnya tahun 1995, Mr Lewis diangkat jadi Account Director untuk Ericsson Network System di Richardson, Texas, bertanggung jawab untuk bisnis baru dengan para pelanggan, seperti MCI, GTE (sekarang Verizon) dan lain.

Tahun 1998, Mr Lewis ditugaskan ke Ericsson di Stockholm, Swedia sebagai General Manager of Business and Solution Planning. Setahun kemudian, ia dipromosikan sebagai General Manager & Director of Marketing, yang bertanggung jawab dalam bidang commercial offerings, product marketing, media relations dan Marketing Communications, baik untuk wireline (broadband, sofswitch) dan wireless (GSM, GPRS, EDGE dan WCDMA), termasuk jaringan core dan radio serta aplikasi-aplikasi seperti MMS.

Tahun 2002, Mr Lewis dipercaya sebagai Vice President of Sales & Marketing untuk Ericsson Asia Pacific di kantor cabang Kuala Lumpur, Malaysia dan sejak 1 Januari 2004, dipindahkan lagi sebagai President Director untuk Ericsson Indonesia. “Indonesia adalah negara yang kaya akan pasar industri yang menguntungkan, terutama sektor telekomunikasi. Untuk itu, saya bangga di tempatkan di Indonesia, karena saya tertantang,” ujar Lewis mengomentari penempatannya di Indonesia.

Ericsson masuk Indonesia sejak tahun 1907. Selama kiprahnya di Indonesia, Ericsson bukan hanya memiliki peranan dalam perkembangan dunia telekomunikasi di Indonesia, tetapi juga dalam penyediaan sarana peralatan telekomunikasi, sistem dan terminal untuk pemerintah, organisasi swasta dan para pelanggan.
Membership
Technologies and solutions
Enterprise solutions
Events & training
Newsletter
Resources